WARTAREPUBLIK.COM - Perempuan adalah bagian penting dalam membangun masyarakat. Di banyak tempat, mereka tidak hanya mengurus keluarga, tapi juga menjadi penggerak ekonomi, penjaga budaya, dan pelaku perubahan sosial. Kemajuan suatu desa tidak bisa lepas dari kontribusi perempuan yang setiap hari bekerja, mendidik anak-anak, dan terlibat dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pelibatan aktif perempuan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat desa menjadi krusial untuk memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan tidak hanya inklusif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat secara lebih akurat (Simanjuntak, 2015).
Di Desa Moreala, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Mereka menjadi ibu yang mendidik anak-anak, membantu memenuhi kebutuhan keluarga, serta aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Contohnya, dalam keluarga petani dan pengolah sagu, perempuan sering terlibat dalam aktivitas yang mendukung perekonomian rumah tangga. Peran ini menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya pelengkap, tapi juga penopang utama kehidupan masyarakat desa.
Namun, ruang perempuan dalam kehidupan publik masih terbatas. Meskipun kontribusi mereka besar, perempuan sering dikenal melalui peran domestik, bukan peran kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Dalam forum pembangunan desa, suara perempuan belum selalu didengar dan dipertimbangkan. Akibatnya, banyak gagasan, pengalaman, dan kebutuhan perempuan yang belum terakomodasi dalam proses pembangunan.
Banyak perempuan Moreala yang memiliki potensi, pengalaman, dan kepedulian terhadap kemajuan desa. Mereka paham tentang pendidikan anak, kesehatan keluarga, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian budaya lokal. Pengetahuan ini adalah modal penting yang dapat berkontribusi besar dalam penyusunan program pembangunan desa. Sayangnya, partisipasi perempuan sering kali terbatasi karena posisi mereka dalam pengambilan keputusan masih dianggap terwakili oleh suami dalam forum musyawarah desa (Kushandajani, 2018).
Oleh karena itu, kita terkhususnya pemerintah desa perlu membuka ruang yang lebih luas lagi bagi perempuan. Keterlibatan perempuan dalam musyawarah desa, organisasi kemasyarakatan, kegiatan pemberdayaan ekonomi, dan proses pengambilan keputusan harus didorong. Kesempatan yang sama tidak hanya akan meningkatkan partisipasi perempuan, tapi juga menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Peningkatan akses pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi perempuan juga penting. Dengan pengetahuan dan kemampuan yang lebih baik, perempuan akan lebih percaya diri untuk menyampaikan gagasan dan berperan aktif dalam pembangunan. Pemberdayaan perempuan tidak hanya bermanfaat bagi individu, tapi juga bagi keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.
Masa depan Moreala yang lebih baik membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan. Sudah saatnya perempuan tidak hanya dipandang sebagai pelaksana tugas-tugas domestik, tapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan desa. Ketika perempuan diberi kesempatan untuk berkembang dan berpartisipasi secara aktif, mereka akan menjadi kekuatan besar yang mampu membawa perubahan positif bagi Moreala.
Dengan demikian, membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan bukan hanya soal kesetaraan, tapi juga kebutuhan pembangunan. Dari rumah hingga ruang publik, perempuan Moreala telah menunjukkan kontribusi yang nyata. Sebagaimana dapat kita lihat pada sektor perekonomian desa yakni BUMDES, perempuan juga terlibat di dalamnya serta dengan sektor-sektor yang lain. Sekarang, tantangannya adalah memastikan bahwa kontribusi tersebut diikuti dengan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, menyampaikan aspirasi, dan menentukan arah masa depan Desa Moreala.