HALMAHERA TENGAH, Wartarepublik.com - 2 Juli 2026 Puncak kesabaran akhirnya tiba. Pemuda Karang Taruna Tunas Harapan bersama seluruh warga Desa Lukulamo dan wilayah sekitarnya, serta seruan kepada seluruh aktivis yang peduli keadilan, menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi terbuka langsung ke lokasi PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) pada Senin, 6 Juli 2026. Aksi ini merupakan tanggapan tegas atas pengingkaran janji dan pembohongan publik yang dilakukan terkait kesepakatan resmi yang telah disepakati dua tahun silam.

Kekecewaan mendalam ini bukan muncul tiba-tiba, melainkan berangkat dari fakta nyata: kesepakatan hasil rapat terbuka tahun 2024 hingga kini tahun 2026 belum ada satu pun yang direalisasikan. Padahal saat itu, semua pihak telah menyetujui tuntutan masyarakat secara bersama-sama.
 
Peristiwa bermula pada tahun 2024, diselenggarakan rapat terbuka yang dihadiri secara resmi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah, manajemen PT IWIP beserta seluruh subkontraktornya, serta perwakilan PT Tekindo Energi. Rapat itu juga dihadiri ratusan warga dan pemuda yang datang dengan harapan hak-hak mereka didengar dan diselesaikan secara adil.
 
Dalam pertemuan tersebut, seluruh tuntutan dan aspirasi warga dibahas rinci, didiskusikan, dan akhirnya disetujui serta disepakati bersama oleh semua pihak yang hadir. Poin-poin kesepakatan dicatat secara tertulis, disepakati tata cara pelaksanaannya, dan dijanjikan akan segera ditindaklanjuti demi terciptanya hubungan harmonis antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
 
Namun kenyataan hingga pertengahan tahun 2026 sangat jauh dari harapan. Tidak ada satu pun poin kesepakatan yang terlaksana secara nyata. Janji yang diucapkan lantang di depan publik hanya menjadi kata-kata kosong. Tidak ada tindak lanjut, tidak ada penjelasan resmi, tidak ada kepastian waktu pelaksanaan, bahkan sampai kini tidak ada satu pun pihak yang berani datang menjelaskan alasan keterlambatan atau hambatan apa yang dihadapi.
 
Menyikapi kenyataan pahit ini, Pemuda Karang Taruna Tunas Harapan dan masyarakat Lukulamo menyampaikan penilaian yang sangat tegas:
 
“Kami menilai Pemerintah Daerah Halmahera Tengah, PT IWIP beserta subkontraktornya, serta PT Tekindo Energi telah melakukan pembohongan secara terbuka di depan umum. Mereka mudah menyetujui tuntutan kami saat rapat berlangsung, namun setelah kami pulang, mereka mengingkari janji begitu saja. Ini bukan sekadar keterlambatan, melainkan ketidakjujuran, ketidakseriusan, dan pengingkaran kesepakatan yang mengikat secara moral maupun hukum.”
 
Apa yang dituntut masyarakat bukan hal berlebihan, melainkan hak yang pantas didapatkan karena wilayah mereka menjadi lokasi berdirinya kawasan industri besar. Kesepakatan itu bukan formalitas, melainkan jembatan keadilan dan kesejahteraan warga. Pengingkaran ini merusak habis kepercayaan masyarakat, membuat warga merasa hanya dipermainkan dan didengarkan sekadar untuk menenangkan suasana semata.
 
Oleh karena itu, kami mengundang dan mengajak seluruh aktivis, elemen masyarakat, dan siapa saja yang peduli keadilan untuk bergabung dalam aksi demonstrasi:

📅 Hari/Tanggal: Senin, 6 Juli 2026.

📍Titik Aksi : Kantor/Kawasan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

⏰ Waktu: Mulai pukul 08.00 WIT.
 
Perwakilan Karang Taruna menegaskan:
 
“Kesabaran kami ada batasnya. Kami tidak meminta apa yang bukan hak kami, tapi kami juga tidak akan diam melihat hak yang sudah disepakati bersama diingkari begitu saja. Kami turun ke lapangan untuk menuntut janji yang ditepati, menuntut keadilan yang ditegakkan, dan menuntut pembohong publik bertanggung jawab!”
 
Pihak warga dan aktivis mengingatkan bahwa janji di depan umum adalah tanggung jawab. Jika tidak sanggup memenuhi, seharusnya tidak berjanji. Membohongi masyarakat dalam perjanjian resmi adalah tindakan yang merusak tatanan sosial dan tidak bisa dibiarkan terus berlanjut.
 
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT IWIP maupun pemerintah daerah terkait rencana aksi ini maupun pengingkaran kesepakatan tahun 2024 tersebut. (Bung/Tim)