Medan – WartaREPUBLIK.com | Polisi lalu lintas bukan sekadar mengenakan seragam dan berdiri di persimpangan. Di tengah padatnya aktivitas masyarakat, kehadiran personel Satlantas dituntut mampu menjawab persoalan nyata di jalan raya: kemacetan, keselamatan, ketertiban hingga potensi gangguan keamanan.

Hal tersebut menjadi sorotan sekaligus mendapat apresiasi dari penggiat sosial, Muhammad Zulfahri Tanjung, terhadap personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Deli Serdang yang dinilai sigap melakukan pengaturan arus kendaraan dan mengurai kepadatan di sejumlah titik.

Menurut Tanjung, kerja personel di lapangan patut mendapatkan penghargaan karena dilakukan ketika masyarakat tengah membutuhkan kehadiran aparat untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak dan aktivitas warga tidak terganggu akibat kepadatan lalu lintas.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada personel Satlantas Polresta Deli Serdang yang sigap dalam mengurai arus lalu lintas sehingga terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcarlantas,” tegas Tanjung.

Turun ke Jalan, Bukan Hanya Menunggu Pelanggaran

Tanjung menilai, pelayanan kepolisian di bidang lalu lintas akan semakin dirasakan manfaatnya ketika personel hadir langsung di titik-titik yang membutuhkan pengaturan.

Personel disebut rutin ditempatkan pada persimpangan padat, pusat keramaian dan ruas jalan dengan mobilitas kendaraan tinggi, khususnya pada jam-jam sibuk.

Kehadiran tersebut menjadi penting karena peningkatan volume kendaraan dalam waktu bersamaan dapat dengan cepat memicu antrean panjang hingga kemacetan yang berimbas pada aktivitas masyarakat.

“Apresiasi ini layak diberikan kepada personel Satlantas Polresta Deli Serdang. Mereka tanpa lelah melakukan pengaturan dan mengurai kemacetan yang terjadi pada jam sibuk aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, langkah cepat petugas melakukan pengaturan maupun pengalihan arus merupakan bentuk respons langsung terhadap kondisi lalu lintas di lapangan.

Kamseltibcarlantas Bukan Sekadar Slogan

Tanjung menegaskan bahwa Kamseltibcarlantas tidak boleh berhenti sebagai slogan atau sebatas tulisan dalam program kepolisian.

Keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas harus benar-benar dirasakan masyarakat ketika menggunakan jalan raya.

“Petugas langsung turun ke jalan mengatur kendaraan dan melakukan pengalihan arus guna mencegah kemacetan total akibat lonjakan volume kendaraan maupun insiden lalu lintas,” katanya.

Ia juga menilai kehadiran polisi di jalan raya memiliki fungsi lebih luas. Selain mengatur kendaraan, personel kepolisian dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus membantu mencegah munculnya gangguan keamanan di tengah kepadatan lalu lintas.

Masyarakat Jangan Hanya Menuntut, Tertib Juga Harus Dimulai dari Diri Sendiri

Di sisi lain, Tanjung mengingatkan masyarakat agar tidak menyerahkan seluruh persoalan lalu lintas kepada kepolisian.

Menurutnya, menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib membutuhkan kesadaran bersama. Polisi mengatur, masyarakat wajib mematuhi aturan.

Ia mengajak para pengendara untuk menggunakan helm, tidak membawa penumpang melebihi kapasitas kendaraan, serta memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan.

“Jangan lupa menggunakan helm, tidak berboncengan melebihi kapasitas dan lengkapi surat-surat kendaraan Anda. Kalau bukan kita, siapa lagi?” tegasnya.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa wajah pelayanan kepolisian paling mudah dinilai masyarakat dari apa yang mereka lihat langsung di jalan.

Ketika petugas hadir, sigap dan mampu mengurai kepadatan, masyarakat merasakan manfaatnya. Namun sebaliknya, ketertiban lalu lintas juga tidak akan tercipta tanpa kedisiplinan pengguna jalan.

Karena itu, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci. Polisi tidak bisa bekerja sendiri, sementara masyarakat juga tidak boleh mengabaikan aturan.

Redaksi: WartaREPUBLIK.com
Editor: Zulkarnain Idrus