
wartaRepublik.com-Banggai Kepulauan, 20 Agustus 2026 – Dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Peristiwa ini menambah daftar kasus serupa yang sebelumnya juga pernah terjadi di wilayah tersebut.
Berdasarkan data sementara, jumlah korban yang mengalami dugaan keracunan mencapai 51 orang, terdiri dari:
- SDN Mata: 47 orang
- SDN Kanali: 1 orang
- SD Muhammadiyah Peling: 1 orang
- Seorang ibu penyuapi: 1 orang
- Seorang balita berusia sekitar 3 tahun: 1 orang
Seluruh korban diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang disajikan oleh SPPG wilayah Totikum. Dugaan sementara mengarah pada kualitas bahan makanan yang dinilai tidak diperhatikan secara serius, baik dari sisi kesegaran maupun kebersihannya.
Menanggapi kejadian tersebut, Kabid Advokasi KaMIMo Banggai, Abdi, menyatakan bahwa insiden ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Menurutnya, ini merupakan kejadian kedua dugaan keracunan MBG di Kabupaten Banggai Kepulauan sehingga perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait.
"Wilayah Banggai Kepulauan memiliki sumber bahan pangan yang melimpah, segar, dan mudah diperoleh. Karena itu, muncul pertanyaan besar, mengapa kejadian seperti ini masih terus terulang. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap pengadaan bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat," tegas Abdi.
Ia juga mendesak pemerintah dan instansi berwenang untuk segera melakukan investigasi secara transparan guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Selain itu, evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah Totikum dinilai sangat penting agar kasus serupa tidak kembali terulang.
"Jangan mencari keuntungan yang besar dengan mengorbankan keselamatan dan kesehatan generasi penerus bangsa. Program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan standar keamanan pangan," tutupnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak berwenang diharapkan segera memberikan keterangan resmi terkait penyebab dugaan keracunan serta langkah penanganan terhadap para korban.
Penulis :Abdi
Editor :Muflihun La Guna
0Comments