Warta Republik | Cilegon, 14 Agustus 2026 - Memasuki usia ke-27, Serikat Karyawan Krakatau Medika (SKKM) menegaskan komitmennya menjaga hubungan industrial yang harmonis sekaligus kritis mengawal kesejahteraan karyawan. Peringatan HUT digelar sederhana di Cilegon pada 14 Agustus 2026 dengan ramah tamah dan doa bersama untuk kemajuan PT Krakatau Medika, keselamatan karyawan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga anggota.

Hadir dari manajemen, Direktur PT Krakatau Medika Yan Eka Asmandha, SEVP Business Support Ahmad Furqon, dan SEVP Operasional sekaligus Direktur RS Krakatau Medika dr. Arif Riandi. Kehadiran mereka diapresiasi SKKM sebagai wujud komunikasi terbuka antara serikat dan perusahaan.

Ketua Umum SKKM Hengky Suryo menegaskan serikat bukan lawan perusahaan, melainkan mitra yang mencari solusi: “SKKM tidak hadir untuk mencari musuh. SKKM hadir untuk mencari solusi.” 

Santun dalam cara, tegas dalam substansi, tambah Hengky: “Kalau ada persoalan, kita sampaikan. Kalau ada aspirasi, kita perjuangkan. Kalau ada hak karyawan yang belum mendapatkan kepastian, SKKM akan terus menanyakannya.”

SKKM menyorot peran karyawan garis depan dalam keberhasilan rumah sakit dan menekankan bahwa peningkatan kinerja perusahaan harus selaras dengan perhatian pada kesejahteraan pekerja. Serikat menegaskan pula bahwa perjuangan kesejahteraan bisa ditempuh lewat dialog, surat resmi, dan komunikasi terukur dengan Direksi dan Komisaris.Isu utama dalam peringatan itu adalah kepastian realisasi bonus. 


SKKM dan manajemen telah berkomunikasi; Direktur Yan Eka Asmandha menyatakan memahami kondisi karyawan dan sedang mencari jalan keluar: “Saya sudah berusaha dan juga mikirin pekerja. Kawan-kawan sabar dulu.” Dalam dialog lanjutan Yan menegaskan kesamaan semangat dengan serikat: “Saya sangat setuju sekali dengan Ketua Umum, karena saya juga merasakan hal yang sama. Semangat saya masih tetap sama dengan Kawan-kawan.”

SKKM mendorong agar proses pembahasan bonus tidak kembali ke titik awal, terutama setelah perubahan direksi di tingkat holding yang berpotensi membutuhkan koordinasi dan waktu tambahan. 

Serikat juga menyorot ketentuan PKB terkait Penghargaan Jasa Operasi dan Insentif Kinerja sebagai dasar untuk mendiskusikan mekanisme apresiasi karyawan, dengan tetap menghormati kewenangan masing-masing organ perusahaan.

SKKM menekankan bahwa apresiasi karyawan bukan hanya soal nominal, tetapi berkaitan dengan motivasi, rasa dihargai, loyalitas, dan kepercayaan terhadap perusahaan. Doa bersama pada peringatan HUT menjadi simbol pendekatan yang tenang namun penuh harap, yang mengajak 360 anggota untuk menjaga persatuan dan kepercayaan pada proses yang sedang berjalan.

Pada ulang tahunnya, SKKM menyatakan kesiapan mendukung agenda strategis perusahaan, termasuk akreditasi, ISO, dan peningkatan mutu pelayanan, dengan harapan perusahaan menunjukkan keberpihakan nyata kepada karyawan. Pesan serikat di usia ke-27 tegas: serikat siap berjalan bersama perusahaan, tetapi kesejahteraan karyawan harus berjalan bersama kemajuan perusahaan.